Beranda > AC, Mobil > Mengenal Komponen AC Mobil

Mengenal Komponen AC Mobil

Seorang teman bercerita pengalaman pahitnya saat peranti pendingin ruangan (AC) mobilnya bermasalah dan membawanya ke bengkel. Bukan persoalan penyakit di AC yang membuatnya kesal, tetapi justru perilaku oknum bengkel nakal yang mengelabuinya.

Dia mengaku memang awam soal AC, kendati telah memiliki kendaraan roda empat itu hampir lima tahun. Sehingga, meski yang rusak hanya dryer AC ia mengaku manut saja saat oknum nakal di bengkel itu menyarankan mengganti beberapa komponen.

Beberapa juta rupiah pun harus ia keluarkan dari dompet. “Setelah tanya ke teman yang paham, ternyata hanya dyer saja yang tersumbat. Ternyata komponen yang lain tidak bermasalah. Itulah yang membuat saya jengkel,” kata dia.

Tentu Anda tidak ingin melakoni kisah pahit itu kan? Lantaran itulah memahami jenis komponen, fungsi, kemungkinan permasalahan yang timbul, serta cara mengatasinya adalah hal yang wajib.

“Memahami komponen dan beberapa masalah yang mungkin terjadi bukan hanya untuk antisipasi dikelabui oknum bengkel nakal, tetapi juga untuk merawat AC. Itu penting,” tutur Sutio, spesialis AC Surya Technic, Kebon Nanas, Cikokol, Tangerang, Sabtu (8/1).

Menurut Sutio bila kerusakan di salah satu komponen AC tak segera diperbaiki maka kerusakan akan merembes ke komponen lain dan merata. Bila hal itu terjadi, maka bersiap-siaplah merogoh kantong Anda dalam-dalam, karena biaya yang dibutuhkan juga tak kecil.

Lantas apa saja yang harus dipahami? Berikut tips dari Sutio :

1. Kondensor
Komponen ini berfungsi untuk mengubah freon dari gas ke cair sekaligus mendinginkannya dibantu kipas mesin atau kipas elektrik plus udara dari depan saat mobil berjalan.

Untuk membersihkannya, semprotkan air dengan kencang di saat Anda mencuci mobil. Sebab kondensor biasanya banyak dihinggapi debu atau kotoran lainnya.

Bila kotoran atau debu itu dibiarkan dan mengeras bisa mengakibatkan karat atau keropos sehingga kondensor bocor.

Masih di bagian kondensor, jangan lupa untuk memastikan kipas berfungsi dengan baik. Peranti yang berada persis di depan kondensor itu sangat vital meski bentuknya sepele.

Pasalnya kipas yang tidak berfungsi akan menyebabkan tekanan panas yang tinggi. Akibatnya bisa meledak.

Permasalahan yang kerap muncul adalah kebocoran. Cara untuk mengatasi tambal dengan las aluminium atau ganti baru.

2. Kipas kondensor
Perangkat ini bertugas mengalirkan udara agar kondensor mampu mendinginkan refrigerant yang panas di dalamnya. Di beberapa mobil, kipas ini menyatu dengan kipas pendingin mesin.

Permasalahan yang kerap timbul adalah putaran kipas melemah. Satu di antara cara untuk mengatasinya, memeriksa sistem kelistrikan AC. Bila ternyata masih bagus berarti motor listriknya bermasalah. “Motor harus diganti,” kata Sutio.

3. Kompresor
Sesuai dengan namanya, peranti ini berfungsi untuk memberi tekanan tinggi ke freon agar mengalir ke sistem AC.

Kerusakan yang biasa terjadi di kompresor adalah seal dan gasket yang yang mulai getas. Kerusakan lainnya adalah tekanan atau kompresinya yang lemah seiring dengan usia komponen.

Cara untuk mengatasinya, servis seal atau kompresor. Bila sudah rusak lebih baik ganti dengan komponen baru. Pasalnya, bila tidak diganti, kerusakan akan merembet ke komponen lain. Sebab sistem kerja AC tidak stabil sehingga komponen lain memiliki beban lebih berat dan rusak.

4. Dryer
Komponen ini merupakan saringan refrigerant yang berfungsi untuk menjaga kebersihan refrigerant dan tidak membuat komponen lain mampat. Biasanya komponen ini tersumbat.

Gejala kerusakan bisa dideteksi bila Freon tidak mengalir. Untuk mengetahuinya, lihat melalui kaca di bagian atas botol dryer atau pada saluran tekanan tinggi.
Cara untuk mengatasinya, ganti dengan dryer baru.

5. Evaporator
Peranti ini bertugas sebagai perantara refrigerant dengan udara. Dengan kata lain, evaporator berfungsi menghantarkan udara dingin ke dalam kabin. Bila evaporator kotor maka hembusan blower AC akan terhambat. Walhasil udara pun tak dingin.

Masalah yang kerap timbul adalah kebocoran. Cara untuk mengetahui kebocoran memang cukup rumit, Anda harus membongkar dan mengalirkan tekanan udara serta merendamnya di air. Bila timbul gelembung, berarti ada kebocoran.

Anda bisa meminta spesialis AC untuk menambalnya dengan las alumunium, atau menggantinya. Namun yang patut diingat harga peranti ini cukup mahal.
Itulah beberapa komponen terpenting dari AC dan cara kerja serta kemungkinan kerusakan yang terjadi.

Namun, masih banyak yang harus diperhatikan agar AC tidak rusak misalnya tidak terlambat mengisi Freon, membersihkan kisi-kisi AC, hingga membersihkan komponen yang ada.

“Satu hal lain yang juga patut diperhatikan adalah jangan merokok di dalam mobil, meskipun AC dimatikan dan jendela dibuka,” wanti-wanti Sutio.

Pasalnya, abu rokok yang Anda hisap bisa saja beterbangan terbawa angin dan akhirnya hinggap di bagian evaporator. Selain abunya menyumbat, nikotinnya juga melekat di bagian AC sehingga menimbulkan aroma tak sedap.

ARIF ARIANTO

Sumber: tempointeraktif.com
Foto: berbagai sumber

About these ads
Kategori:AC, Mobil
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: